Home » » Tawaran Transmigrasi Lokal

Tawaran Transmigrasi Lokal

Malang, Pantau - Agar warga di desa-desa wilayah Kecamatan Ngantang berdekatan dengan Gunung Kelud tidak jadi langanan letusan gunung berapi itu, Pemkab Malang punya gagasan menarik. Yakni, dengan merelokasi atau transmigrasi lokal ke kecamatan lain di wilayah Kabupaten Malang.
Rumah rusak karena abu gunung kelud
Namun demikian, tawaran tersebut belum secepatnya disampaikan kepada semua warga lantaran kondisi psikologis mereka masih labil paska erupsi Kelud, Kamis pekan lalu itu. “Kami akan lakukan pendekatan kepada mereka (warga korban Kelud) terlebih dahulu, tentang rencana pemerintah untuk merelokasi mereka dan  sejauh mana responnya,” jelas Bupati Malang, Rendra Kresna saat ditemui di Kantor Kecamatan Ngantang, Senin kemarin.
Bila relokasi itu memang disepakti warga, maka Pemkab Malang akan mengangsur untuk pengadaan tanah dengan target dalam setiap tahunnya bisa dianggarkan untuk relokasi  25 Kepala Keluarga (KK).
Cara lain untuk mempercepat pengadaan tanah relokasi itu, menurut Rendra, bisa didukung pula oleh perusahaan-perusahaan dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) agar setiap tahunnya bisa sampai 50 KK yang pindah.
Mantan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang, ini menyontohkan lahan di daerah Kecamatan Wajak kesuburannya juga tak kalah dengan tanah di wilayah Kecamatan Ngantang. Bila hal itu rutin dilakukan setiap tahun, diyakini dalam 5 tahun sudah tidak ada lagi warga yang masih tinggal di lereng Kelud yang berjarak 5-6 Km dari Ngantang ini.
Pemkab Malang sendiri, telah menghitung ada sekitar 350 KK yang berada di lereng Kelud termasuk dusun-dusun yang dalam erupsi Kelud kali ini paling parah menerima dampaknya. Yakni, Dusun Mbales, Munjung dan Kutut Desa Pandansari, yang notabene lokasinya cukup berjauhan dengan fasilitas umum.
“Kalau tidak relokasi atau pindah, pasti setiap kali Gunung Kelud meletus mereka selalu terkena dampaknya,” tandas Rendra.
Diapun mengutarakan contoh lain, pemukiman di Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo, juga sangat dekat dengan Gunung Bromo. Karena Bromo kerap kali meletus, maka warga pun bersedia pindah sehingga Sekarang terhindar dari abu vulkanik. Demikian pula dengan Kelud yang Sejas tahun 1000 sudah sering meletus, dan memang dampak paling parah baru terjadi tahun ini ke wilayah Ngantang.
“Menurut kami, bila warga tidak mau dipindah maka sewaktu-waktu Kelud bisa mengancam nyawa mereka. Apalagi warga sudah merasakan bahwa letusan tersebut, menyemburkan material batu, pasir dan abu vulkanik yang jumlahnya juaan kubik. Karena itu, cara terakhir adalah dengan merelokasi pemukiman,” pungkas Ketua DPD P Golear Kabupaten Malang ini.(kik)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Pengikut

Blog Archive