Kediri, Pantau - Meski sekolah sudah masuk, namun murid SDN Satak 2 Kecamatan, Kabupaten Kediri belum melakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Mereka memilih berjoget bersama-sama di halaman sekolah. Salah satu yang menjadi favorit dalam acara tersebut adalah joget oplosan.
Acara berjoget dan bernyanyi itu sengaja dilakukan guna membangkitkan kembali semangat murid SDN Satak 2 setelah terkenak dampak bencana erupsi Gunung Kelud. Praktis, acara bertempat di halaman sekolah itu penuh gelak tawa dan suka cita. Joget bersama itu semakin klop dengan hadirnya personel Brimob karena mereka juga ikut berdendang.
“Kita memang belum memulai KBM, karena sejumlah ruangan masih berantakan. Atap sekolah masih dalam pembenahan. Selain itu, masih banyak wali murid bersama anaknya yang berada di pengungsian,” kata Kepala SDN Satak 2, Susanto, Selasa (25/2/2014).
Susanto menjelaskan, murid di SDN Satak 2 berjumlah 141 anak. Hanya saja, hingga dua hari masuk sekolah ini yang hadir masih separuhnya. Karena rumah warga masih banyak yang rusak,sehingga mereka masih bertahan di barak pengungsian. Sejak dua hari ini, murid SDN Satak 2 yang masuk sekolah diajak kerja bhakti untuk membersihkan puing-punging bencana.
Khusus hari ini, lanjut Susanto, murid-muridnya diajak bergembira dengan berjoget serta bernyanyi. Untuk itu, sekolah secara khusus mendatangkan musik elektone. “Semoga hal ini bisa menghibur dan membangkitkan semangat anak-anak kami,” urai Susanto usai bernyanyi di hadapan puluhan muridnya.
Desa Satak marupkan perkampungan yang masuk dalam wilayah bahaya primer bencana erupsi Gunung Kelud. Maklum saja, desa tersebut hanya berjaral 10 kilometer dengan puncak gunung setinggi 1732 mdpl (meter di atas permukaan laut) tersebut. Hampir seluruh warga Satak mengungsi saat terjadi erupsi. Itu disebabkan hujan batu dari muntahan Gunung Kelud.
Gunung Kelud yang berdiri di Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang meletus pada Kamis (13/2/2014) malam. Gunung yang kental dengan legenda kisah cinta Lembu Suro dan Dewi Kilisuci tersebut memuntahkan sekitar 105 juta meter kubik material vulkanik. Puluhan ribu orang mengungsi akibat letusan dahsyat itu. (wan)
Acara berjoget dan bernyanyi itu sengaja dilakukan guna membangkitkan kembali semangat murid SDN Satak 2 setelah terkenak dampak bencana erupsi Gunung Kelud. Praktis, acara bertempat di halaman sekolah itu penuh gelak tawa dan suka cita. Joget bersama itu semakin klop dengan hadirnya personel Brimob karena mereka juga ikut berdendang.
“Kita memang belum memulai KBM, karena sejumlah ruangan masih berantakan. Atap sekolah masih dalam pembenahan. Selain itu, masih banyak wali murid bersama anaknya yang berada di pengungsian,” kata Kepala SDN Satak 2, Susanto, Selasa (25/2/2014).
Susanto menjelaskan, murid di SDN Satak 2 berjumlah 141 anak. Hanya saja, hingga dua hari masuk sekolah ini yang hadir masih separuhnya. Karena rumah warga masih banyak yang rusak,sehingga mereka masih bertahan di barak pengungsian. Sejak dua hari ini, murid SDN Satak 2 yang masuk sekolah diajak kerja bhakti untuk membersihkan puing-punging bencana.
Khusus hari ini, lanjut Susanto, murid-muridnya diajak bergembira dengan berjoget serta bernyanyi. Untuk itu, sekolah secara khusus mendatangkan musik elektone. “Semoga hal ini bisa menghibur dan membangkitkan semangat anak-anak kami,” urai Susanto usai bernyanyi di hadapan puluhan muridnya.
Desa Satak marupkan perkampungan yang masuk dalam wilayah bahaya primer bencana erupsi Gunung Kelud. Maklum saja, desa tersebut hanya berjaral 10 kilometer dengan puncak gunung setinggi 1732 mdpl (meter di atas permukaan laut) tersebut. Hampir seluruh warga Satak mengungsi saat terjadi erupsi. Itu disebabkan hujan batu dari muntahan Gunung Kelud.
Gunung Kelud yang berdiri di Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang meletus pada Kamis (13/2/2014) malam. Gunung yang kental dengan legenda kisah cinta Lembu Suro dan Dewi Kilisuci tersebut memuntahkan sekitar 105 juta meter kubik material vulkanik. Puluhan ribu orang mengungsi akibat letusan dahsyat itu. (wan)



0 komentar:
Posting Komentar